Tuntaskan Puasa Gelar 35 Tahun: Elkan Baggott Ungkap Transformasi PSSI di Balik Sukses Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

📅 08 October 2026, 08:58 WIB 👁 6 views 📂 berita-bola

Bek jangkung Timnas Indonesia, Elkan Baggott, baru-baru ini membagikan pandangannya mengenai pencapaian historis Skuad Garuda yang sukses keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, keberhasilan memutus dahaga gelar juara ini tidak lepas dari berbagai perubahan masif di tubuh federasi.

Timnas Indonesia akhirnya mengakhiri penantian panjang trofi di kancah sepak bola Asia Tenggara setelah sukses menaklukkan Thailand lewat drama adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) awal pekan kemarin.

Euforia kemenangan yang dirayakan oleh Kevin Diks dan kolega begitu terasa di tengah masyarakat. Pasalnya, terakhir kali Indonesia merengkuh trofi juara tingkat regional terjadi pada ajang SEA Games 1991 silam, atau 35 tahun yang lalu.

Baggott sendiri tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya karena bisa menjadi bagian dari sejarah besar penantian panjang publik sepak bola tanah air. "Ya, ini sebuah perjalanan yang panjang," ungkap bek Millwall tersebut.

Transformasi PSSI dan Kedatangan Wajah Baru

Dalam refleksi pascalaga, Elkan Baggott membeberkan beberapa faktor utama yang menjadi fondasi kesuksesan Timnas Indonesia menjuarai turnamen tahun ini. Salah satu sorotan utamanya tertuju pada perombakan total di internal PSSI.

Ia menilai induk sepak bola nasional tersebut telah bekerja keras melakukan berbagai pembenahan demi mendongkrak kualitas Skuad Garuda, termasuk langkah strategis mendatangkan pemain-pemain top berdarah keturunan untuk memperkuat kedalaman tim.

"Ada banyak perubahan di federasi dan ada banyak wajah baru di dalam tim ini namun satu hal yang pasti, kami sangat bangga mewakili Negara ini dan seperti yang saya bilang, saya sangat bangga menjadi warga Indonesia dan kami kini menjadi raja Asia Tenggara," tegas Baggott.

Luka Lama yang Jadi Bahan Bakar Motivasi

Bagi Baggott pribadi, kemenangan di partai final ini memiliki arti emosional tersendiri. Ia merupakan salah satu saksi hidup kegagalan Indonesia saat tumbang di final Piala AFF 2020—di mana saat itu lawan yang dihadapi juga merupakan Thailand.

Pemain berusia jangkung itu mengungkapkan bahwa pelatih kepala John Herdman menggunakan memori pahit tersebut sebagai senjata psikologis untuk membakar semangat juang pemain sebelum turun ke lapangan di SUGBK.

"Pelatih sebenarnya menunjukkan kepada kami sebuah cuplikan video sebelumnya di hotel, berisi semua momen ketika kami kalah di final. Ada juga cuplikan final AFF ketika kami kebobolan melawan Thailand," pungkas Baggott.

Kenangan buruk tersebut justru berbalik menjadi pelecut semangat yang luar biasa, mengantar Indonesia menuntaskan misi revans sekaligus mengangkat trofi juara di hadapan pendukung sendiri.

📖 Berita Terkait