Lionel Scaloni Pastikan Nomor 10 Argentina Tak Dipensiunkan Usai Era Lionel Messi
Lionel Scaloni Pastikan Nomor 10 Argentina Tak Dipensiunkan Usai Era Lionel Messi
Panggung internasional sebentar lagi akan menjadi saksi perpisahan emosional Lionel Messi dari skuad Timnas Argentina. Setelah menorehkan tinta emas lewat deretan rekor fantastis dan gelimang trofi prestisius, seragam ikonik bernomor punggung 10 yang melekat erat pada sang megabintang bersiap menyongsong era baru.
Di tengah spekulasi yang berkembang, pelatih kepala Lionel Scaloni secara tegas menyatakan bahwa pihak federasi maupun tim kepelatihan tidak berencana memensiunkan nomor keramat tersebut. Kendati demikian, teka-teki mengenai siapa pemain yang layak dan berani mewarisi nomor punggung legendaris itu masih diselimuti misteri.
Messi dijadwalkan melakoni laga pamungkas berseragam Albiceleste tatkala menjamu Timnas Benin di Estadio Monumental pada tanggal 6 Oktober mendatang. Duel tersebut sekaligus menandai penampilan internasional ke-208 bagi penyerang berjuluk La Pulga itu di level senior.
Sebelum seremoni perpisahan akbar tersebut dihelat, Argentina masih harus merampungkan agenda uji coba menghadapi Bolivia serta Burkina Faso. Mengingat Messi baru akan bergabung dengan rombongan tim selepas rangkaian laga tersebut selesai, nomor punggung 10 sengaja dibiarkan kosong untuk sementara waktu.
Nomor 10 Masih Menunggu Pewaris
Keputusan mempertahankan nomor 10 tetap beredar di skuad mencerminkan betapa sakralnya nomor tersebut dalam sejarah sepak bola Argentina. Walau demikian, Scaloni memilih bersikap tenang dan tidak ingin tergesa-gesa menunjuk suksesor penyerang andalannya.
βKami tidak berkewajiban untuk memberikannya pada pertandingan-pertandingan ini, jadi kami tidak akan memberikannya kepada siapa pun sampai laga perpisahan Leo,β ujar Scaloni menjelaskan kebijakan tim.
Praktis, tidak akan ada pemain lain yang mengenakan nomor punggung 10 pada sisa laga terdekat sebelum Messi resmi menuntaskan babak akhir perjalanan internasionalnya. Langkah ini juga memberikan keleluasaan bagi staf pelatih untuk menyeleksi sosok yang paling siap menanggung beban mental mengenakan nomor sakral tersebut.
βRencananya, nomor itu pada akhirnya akan diambil alih oleh pemain lain, mengingat betapa istimewanya mengenakan nomor tersebut. Kami hanya belum memutuskan siapa orangnya,β imbuh pelatih juara dunia itu.
Menatap Babak Baru Sepak Bola Argentina Pascamessi
Masa depan kepemilikan nomor 10 hanyalah secuil dari transformasi besar yang wajib dihadapi Timnas Argentina sepeninggal sang kapten utama. Selama belasan tahun, Messi telah menjadi poros sentral kreativitas sekaligus nyawa permainan tim nasional.
Catatan sejarah membuktikan keperkasaan sang megabintang di turnamen utama FIFA, mulai dari statusnya sebagai satu-satunya pemain yang tampil sebagai *starter* di tiga partai final Piala Dunia, rekor 34 penampilan turnamen mayor, hingga torehan 33 kontribusi gol (21 gol dan 12 *assist*) sejak era statistik modern dimulai pada 1966.
Urusan suksesi kepemimpinan lapangan telah ditentukan di mana Cristian Romero diproyeksikan memegang ban kapten. Kendati demikian, tantangan terbesar Scaloni adalah meramu ulang taktik permainan tanpa kehadiran figur sentral yang selama ini memegang kendali serangan.
Siapa pun pemain yang nantinya ditakdirkan mengenakan jersey nomor 10 dipastikan harus memikul ekspektasi raksasa dari publik sepak bola dunia. Nomor tersebut bukan sekadar kain bernomor, melainkan simbol estafet sejarah baru bagi persepakbolaan Argentina.
