Kemenangan Persib atas Viettel FC Naikkan Peringkat Koefisien Liga Indonesia ke Posisi 16 Asia

📅 15 October 2026, 07:51 WIB 👁 1 views 📂 bri-super-league | berita-bola

Kemenangan Persib atas Viettel FC Naikkan Peringkat Koefisien Liga Indonesia ke Posisi 16 Asia

BANDUNG – Persib Bandung kembali membuktikan peran strategisnya dalam mendongkrak reputasi sepak bola nasional di kancah antarklub Benua Biru. Keberhasilan menundukkan Cong Viettel FC dengan skor 1-0 pada ajang AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027 memberikan suntikan poin penting bagi koefisien Liga Indonesia.

Laga *matchday* kedua Grup E yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Rabu (14/10/2026) malam WIB tersebut ditentukan oleh gol tunggal Mariano Peralta. Hasil manis ini tak cuma menyegel tiga poin bagi *Maung Bandung*, tetapi juga langsung mendongkrak peringkat liga domestik di tingkat regional.

Merujuk pada kalkulasi terbaru *Footy Ranking*, hasil maksimal tersebut menyumbang nilai sebesar 1.000 poin bagi kompetisi Indonesia. Tambahan ini secara instan mengerek posisi Liga Indonesia dari peringkat ke-19 melonjak ke posisi ke-16 dalam daftar pemeringkatan liga-liga Asia.

Walaupun sukses melesat tiga tingkat, perjuangan untuk terus menaikkan posisi koefisien nasional masih cukup panjang. Selisih poin dengan Liga Singapura yang berada di atas masih terbilang renggang, sehingga konsistensi wakil Indonesia di pentas Eropa/Asia sangat dibutuhkan.

Dongkrak Posisi Liga Indonesia Lewati Oman hingga Kamboja

Kontribusi nyata Persib di panggung internasional membawa dampak signifikan pada perolehan akumulasi koefisien Liga Indonesia (BRI Super League). Berdasarkan rilis data *Footy Ranking*, Indonesia kini secara keseluruhan mengumpulkan total 27.759 poin.

Lonjakan poin ini sekaligus membawa Indonesia melompati peringkat tiga negara pesaing, yaitu Oman, Bahrain, dan Kamboja. Pencapaian ini mempertegas peran vital Persib sebagai salah satu pilar utama yang mengharumkan nama bangsa di kompetisi antarklub Asia.

Secara spesifik di wilayah Asia Timur, tambahan poin tersebut menempatkan kasta tertinggi kompetisi Indonesia di urutan kesembilan. Catatan ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan iklim sepak bola nasional.

Kendati demikian, Indonesia masih harus mengejar defisit 7.329 poin dari Singapura yang berada di posisi lebih menguntungkan. Oleh karena itu, performa konsisten dari klub-klub Indonesia yang berlaga di kancah kontinental bakal menjadi kunci utama dalam memperbaiki posisi pemeringkatan di masa mendatang.

📖 Berita Terkait