Sapu Bersih Empat Laga Awal Persija, Shin Tae-yong Beberkan Perbedaan Melatih Klub dan Timnas

📅 14 October 2026, 11:48 WIB 👁 1 views 📂 bri-super-league | berita-bola

Sapu Bersih Empat Laga Awal Persija, Shin Tae-yong Beberkan Perbedaan Melatih Klub dan Timnas

JAKARTA – Juru taktik anyar Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengukir start manis di panggung BRI Super League 2026/2027. Pelatih berpaspor Korea Selatan tersebut berhasil membawa skuad Macan Kemayoran mengamankan empat kemenangan beruntun untuk bertengger di papan atas klasemen sementara.

Poin penuh paling gres diraih Persija usai membantai PSIM Yogyakarta lewat skor telak 4-0 pada laga pekan keempat di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026). Hasil impresif ini membuat Persija kini mengoleksi 12 poin sempurna sekaligus mempertegas dominasi mereka di awal musim.

Di balik awal perjalanan yang cemerlang ini, Shin mengungkapkan adanya perbedaan fundamental antara menukangi sebuah klub sepak bola dan menukangi tim nasional. Perbedaan tersebut mencakup formulasi materi latihan, manajemen stamina pemain, hingga ruang untuk membenahi detail taktik.

Rekam jejak panjang Shin sewaktu memimpin Timnas Indonesia diakui menjadi modal penting. Kendati demikian, ia menggarisbawahi bahwa ritme kerja di klub dan timnas tidak dapat disamakan karena perbedaan durasi serta intensitas kompetisi.

Perbedaan Pola Latihan dan Pengelolaan Stamina

Shin menerangkan bahwa seorang arsitek tim dituntut adaptif dalam merancang program latihan sesuai dengan karakteristik wadah tempatnya bertugas. Kalender pertandingan menjadi acuan utama dalam penentuan metode pendekatan.

"Karakteristik antara tim nasional dan klub memiliki perbedaan tersendiri. Oleh karena itu, porsi program latihan yang kami terapkan pun disesuaikan," tutur Shin.

Ia menambahkan bahwa memimpin tim nasional mengharuskan efisiensi waktu yang sangat tinggi karena minimnya jeda kebersamaan antar pemain. Pengalamannya bersama skuad Garuda kerap menuntut tim melakoni sepasang laga internasional dalam kurun sembilan hari saja.

"Saat menukangi tim nasional, kami dituntut melakoni dua pertandingan hanya dalam tempo sembilan hari. Karena itu, porsi latihan difokuskan penuh pada pemulihan serta penjagaan kebugaran fisik pemain agar selalu siap bertanding," sambungnya.

Kelebihan Melatih Klub: Punya Waktu Evaluasi Taktik

Berbeda dari atmosfer timnas, mengarungi kompetisi liga bersama klub memberikan Shin ruang analisis yang lebih longgar dari pekan ke pekan. Ia bisa mengidentifikasi celah permainan usai laga, lalu langsung membenahinya dalam sesi latihan harian.

"Sedangkan di kompetisi liga bersama klub, kami memiliki jeda yang cukup untuk membedah berbagai kelemahan yang tampak di laga sebelumnya," papar pelatih berusia 56 tahun tersebut.

Tahap koreksi ini dianggap Shin sebagai elemen penting dalam membangun konsistensi tim. Melalui ketersediaan waktu latihan reguler, Persija dapat terus mematangkan aspek permainan yang belum maksimal.

"Kekurangan tersebut dapat langsung dievaluasi dan diperbaiki melalui latihan jelang laga berikutnya. Itulah mengapa pendekatan teknis di klub dan timnas tidak bisa disamakan," imbuhnya.

Sejauh ini, Persija sukses menggilas empat lawan pertamanya secara beruntun, yaitu Borneo FC, Persib Bandung, Java United, dan PSIM Yogyakarta. Catatan impresif dengan raihan 12 poin, menggelontorkan delapan gol, dan baru kebobolan satu kali menjadi modal berharga bagi Macan Kemayoran untuk memburu gelar juara BRI Super League 2026/2027.

📖 Berita Terkait