Jorge Jesus Mengaku Memohon Cristiano Ronaldo Batal Pensiun, Namun Akhirnya Menghormati Keputusan CR7
Jorge Jesus Mengaku Memohon Cristiano Ronaldo Batal Pensiun, Namun Akhirnya Menghormati Keputusan CR7
Pelatih berusia 72 tahun, Jorge Jesus, secara terbuka mengungkapkan bahwa ia pernah berusaha keras membujuk Cristiano Ronaldo agar mengurungkan niatnya untuk pensiun dari Timnas Portugal. Sayangnya, sang pelatih akhirnya harus legawa menerima keputusan sang kapten yang memilih untuk menggantung sepatu dari panggung internasional.
Pengakuan ini disampaikan Jesus dalam sebuah wawancara dengan Canal 11 pada hari Kamis, tak lama setelah Ronaldo secara resmi mengumumkan akhir dari karier internasionalnya serta pelepasan nomor punggung 7 yang ikonik.
Jesus menjelaskan bahwa ia telah mendiskusikan masa depan sang superstar sebelum merilis daftar skuad sementara untuk agenda bulan November. Bahkan, nama penyerang yang kini berusia 41 tahun itu masih tercantum dalam daftar awal tersebut.
Keputusan pensiun ini diambil di tengah dinamika hubungan yang sempat memanas. Sebelumnya, Ronaldo dikabarkan meninggalkan kamp pelatihan di Kopenhagen tanpa izin usai merasa tersinggung oleh pernyataan Jesus, yang berujung pada hukuman larangan tampil selama satu bulan.
Meski demikian, Jesus menegaskan bahwa ia sangat membutuhkan kehadiran CR7 di skuad. "Ini adalah hak prerogatifnya. Kami sudah membahas ini sebelum pengumuman skuad sementara. Saya memintanya untuk terus bermain dan melanjutkan perjalanan bersama saya karena saya sangat membutuhkannya di sisi saya, tetapi saya wajib menerima keputusannya," ujar Jesus sebagaimana dilansir dari A Bola.
Lebih dari sekadar pelatih, Jesus memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi Ronaldo. Ia mengenang pengalaman berharga selama satu tahun melatih sang megabintang di klub Arab Saudi, Al-Nassr.
"Dia adalah panutan global, sekaligus ikon bagi Portugal. Kontribusinya selama bertahun-tahun menjadikannya simbol inspiratif bagi generasi muda, yang mayoritas merupakan penggemarnya," ungkap Jesus.
Sebagai bentuk penghormatan nyata, Jesus mengambil inisiatif khusus di markas Federasi Sepak Bola Portugal. Ia memerintahkan pemasangan foto berukuran besar Ronaldo di ruang aula atau ruang kuliah tim.
"Di ruang pertemuan kami, saya instruksikan agar foto besar dirinya dipajang. Dengan begitu, sosoknya akan selalu hadir mengawasi para pemain muda dan staf yang berkumpul di sana setiap hari, sebagai sumber motivasi," pungkas Jesus, menegaskan bahwa warisan Ronaldo akan abadi dalam sejarah sepak bola Portugal.
