Aksi Kemanusiaan Antarkan Bukayo Saka Meraih Socrates Award 2026

πŸ“… 27 October 2026, 09:44 WIB πŸ‘ 3 views πŸ“‚ berita-bola | berita-bola

Bintang muda Arsenal dan Timnas Inggris, Bukayo Saka, resmi dianugerahi Socrates Award dalam seremoni Ballon d'Or 2026. Penghargaan khusus ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi sosial dan aksi kemanusiaan para pesepak bola, termasuk dedikasi Saka beserta keluarganya dalam membuka akses layanan kesehatan bagi anak-anak serta keluarga kurang mampu.

Saka menyabet penghargaan prestisius ini berkat komitmen panjangnya dalam berbagai proyek sosial, salah satunya kolaborasi berkelanjutan dengan lembaga kemanusiaan Big Shoe. Organisasi tersebut aktif menyediakan bantuan medis serta perawatan klinis bagi anak-anak yang membutuhkan, baik di kawasan London maupun di berbagai belahan dunia.

Di atas panggung penganugerahan, Saka membagikan kisah menyentuh mengenai Biringiro, remaja berusia 14 tahun asal Rwanda yang berhasil pulih penglihatannya berkat bantuan medis dari Big Shoe. Cerita tersebut menjadi bukti nyata betapa besarnya dampak dari gerakan sosial yang diusung sang pemain.

Jejak Kemanusiaan Bukayo Saka Bersama Big Shoe

Socrates Award pertama kali diperkenalkan pada tahun 2022 dengan pemenang perdana eks penyerang Liverpool, Sadio Mane. Mengambil nama dari legenda besar sepak bola Brasil, Socrates, penghargaan ini mengagungkan kontribusi sosial para atlet di luar lapangan hijau.

Bersama jajaran keluarganya, Saka secara konsisten mendanai berbagai yayasan amal yang berfokus pada tumbuh kembang dan kesehatan anak. Salah satu fokus utamanya adalah memfasilitasi tindakan medis kritis yang sulit dijangkau, khususnya operasi dan perawatan mata.

Saka menceritakan bagaimana Biringiro sempat terisolasi akibat penglihatannya yang terus menurun. Tinggal di area pedesaan Rwanda tanpa akses listrik, remaja tersebut bahkan kesulitan untuk sekadar beraktivitas di dalam rumahnya sendiri.

Pasca-operasi yang difasilitasi Big Shoe, Biringiro kini sanggup kembali membaca papan tulis di sekolah meski duduk di barisan paling belakang. Ia juga kembali menikmati keceriaan masa kecilnya serta memiliki impian besar untuk menjadi seorang guru bahasa Inggris.

Kisah inspiratif ini menjadi gambaran betapa bantuan medis yang tepat sanggup mengubah masa depan seorang anak. Bagi Saka, memberi kesempatan bagi anak-anak untuk kembali tersenyum dan bermain adalah kepuasan yang tidak ternilai harganya.

Pemain berusia 25 tahun itu menegaskan rasa bahagianya bisa mengulurkan tangan bagi sesama. Ia meyakini bahwa kegembiraan masa kecil, seperti saat menendang bola, merupakan hak mendasar bagi setiap anak di dunia.

β€œKami semua pernah merasakan indahnya masa kecil, berlari dengan bola di kaki, dan merasakan betapa besarnya kebahagiaan sederhana itu,” tutur Saka.

Ia menambahkan, β€œSetiap kali saya mendapat kesempatan untuk membantu anak-anak merasakan kembali kebahagiaan tersebut, hal itu memberikan arti yang sangat mendalam bagi hidup saya.”

Dalam pidato penutupnya, Saka menyampaikan rasa terima kasih mendalam. β€œMerupakan sebuah kehormatan besar berada di sini dan menerima penghargaan ini. Atas nama seluruh anak-anak yang telah kita bantu bersama, saya ucapkan terima kasih,” pungkasnya.

Piala ini kian melengkapi pencapaian luar biasa Saka di luar aktivitas lapangannya. Lewat dukungan nyata di bidang kesehatan, winger Arsenal tersebut membuktikan bahwa peran seorang atlet profesional sanggup memberi dampak positif yang jauh melampaui raihan skor pertandingan.

πŸ“– Berita Terkait