Transformasi Samuel Chukwueze di Bawah Ruben Amorim: Dari Winger Jadi Wing-Back AC Milan
Berita AC Milan - Penyerang sayap asal Nigeria, Samuel Chukwueze, langsung memegang peranan krusial semenjak kursi kepelatihan AC Milan diduduki oleh Ruben Amorim. Keyakinan sang juru taktik dibuktikan lewat sebuah eksperimen berani dengan menggeser posisi asli Chukwueze ke area pertahanan yang sama sekali belum pernah ia jamah sebelumnya.
Sebelumnya, masa depan karier Chukwueze sempat berada di ambang ketidakpastian usai menjalani masa peminjaman bersama klub Liga Inggris, Fulham. Lantaran pihak klub Premier League tersebut memutuskan untuk tidak mempermanenkan statusnya, ia pun pulang ke San Siro di tengah prediksi banyak kalangan bahwa masa baktinya bersama Milan bakal segera berakhir.
Kendati demikian, Ruben Amorim menyimpan visi taktik yang berbeda. Pelatih asal Portugal itu mencoba mentransformasikan gaya bermain Chukwueze menjadi seorang wing-back. Perlahan tapi pasti, mantan penggawa Villarreal ini membuktikan fleksibilitas tinggi serta etos kerja luar biasa demi mengamankan tempat di tim utama.
Peran Anyar Kepercayaan Penuh Ruben Amorim
Laporan dari Corriere dello Sport menyebutkan bahwa Amorim biasanya jarang memuji pemain secara personal di depan publik. Namun, performa Chukwueze menjadi pengecualian khusus karena sang pelatih secara terbuka melontarkan apresiasi atas dedikasinya.
Eksperimen taktik menempatkan Chukwueze sebagai bek sayap sudah digeber sejak rangkaian laga uji coba pramusim dan terus berlanjut hingga kompetisi resmi bergulir. Pemain lincah ini bahkan selalu dipercaya turun sebagai starter di berbagai laga awal, kecuali saat Rossoneri bertamu ke markas Juventus.
Tugas baru ini menuntut tanggung jawab taktikal yang jauh lebih kompleks bagi pemain yang sepanjang kariernya terbiasa menyerang. Selain wajib rajin turun membantu lini belakang, ia tetap dituntut mempertahankan insting dribel, kecepatan membawa bola, serta kreativitas dalam menebar ancaman dari sektor flank.
Formula Taktis Beri Kebebasan Menyerang
Amorim kemudian meracik solusi cerdas guna memaksimalkan insting menyerang Chukwueze agar tidak tumpul. Ketika Milan memegang kendali penguasaan bola saat bersua Lecce, bek tengah Mario Gila digeser sedikit melebar ke sektor kanan guna memberikan backup pengamanan.
Skema fleksibel tersebut memberi keleluasaan bagi Chukwueze untuk naik membantu lini serang tanpa rasa khawatir. Strategi ini terbukti mujarab tatkala Milan membungkam Lecce tiga gol tanpa balas sekaligus meredam total potensi serangan balik lawan.
Pola rancangan ini berpotensi kembali diterapkan di laga-laga mendatang, meski penerapannya bakal disesuaikan dengan profil lawan yang dihadapi. Selepas menuntaskan agenda internasional bersama tim nasional Nigeria, Chukwueze dijadwalkan merapat kembali ke Milanello guna bersaing memperebutkan tempat di sisi kanan dengan Diego Moreira.
Sementara itu, di sektor kiri, Amorim masih memiliki alternatif pemain bertipikal bertahan yang lebih natural seperti Pervis Estupinan dan Davide Bartesaghi. Struktur skuad yang seimbang ini memberikan ruang ideal bagi Chukwueze untuk terus mengasah kemampuannya dalam peran baru tanpa kehilangan ketajaman naluri ofensifnya.
