Revolusi Taktik Hansi Flick: Bek Sayap Barcelona Dituntut Berperan Ganda Layak Gelandang

📅 06 November 2026, 12:52 WIB 👁 4 views 📂 liga-spanyol | berita-bola

Revolusi Taktik Hansi Flick: Bek Sayap Barcelona Dituntut Berperan Ganda Layak Gelandang

Di bawah komando Hansi Flick, Barcelona sedang menjalani transformasi filosofi permainan yang signifikan, khususnya pada sektor pertahanan sisi lapangan. Evolusi strategi ini secara langsung menggeser status Jules Kounde dan Alejandro Balde, yang kini tidak lagi dijamin menjadi pilihan utama sang pelatih.

Selama musim perdana Flick pada kampanye 2024/2025, duo tersebut merupakan pilar mutlak di sisi kanan dan kiri ketika kondisi fisik mereka prima. Namun, dinamika berubah seiring berjalannya waktu. Berdasarkan informasi dari SPORT, Flick kini cenderung mengutamakan bek sayap yang memiliki visi permainan dan kualitas teknis setara dengan seorang gelandang.

Indikator perubahan ini terlihat jelas dari promosi sejumlah pemain yang sejatinya berposisi sebagai gelandang. Situasi ini naturellement memperketat persaingan, menempatkan Kounde dan Balde pada posisi yang semakin sulit untuk mempertahankan tempat di skuad inti.

Xavi Espart menjadi representasi sempurna dari preferensi baru Flick ini. Produk binaan La Masia tersebut telah mencatatkan 15 penampilan fleksibel di posisi bek kiri maupun kanan sebelum akhirnya harus rehat akibat cedera saat menjumpai Real Madrid.

Ketiadaan Espart justru membuka jalan bagi Brian Farinas. Gelandang muda berusia 20 tahun ini tampil sangat memukau saat diturunkan sebagai bek kanan melawan Alaves dan Aston Villa. Catatan statistiknya melawan Alaves sangat fenomenal, yakni meraih 114 sentuhan bola dengan tingkat akurasi umpan melampaui 97 persen.

Kemampuan Farinas dalam mempertahankan penguasaan bola dan membangun koneksi dengan Lamine Yamal menjadi nilai plus yang sangat dihargai. Flick secara spesifik membutuhkan bek sayap yang mampu menyelinap ke area tengah, menciptakan superioritas jumlah pemain, membawa bola maju, dan menjalankan tugas layaknya seorang playmaker.

Strategi ini juga didorong oleh profil para winger yang dimiliki Barcelona. Kehadiran sosok seperti Lamine Yamal, Karim Adeyemi, dan Anthony Gordon menuntut bek sayap untuk memberikan dukungan yang berbeda demi menjaga keseimbangan struktur tim.

Joao Cancelo dan Eric Garcia dinilai sangat cakap mengeksekusi peran hybrid ini. Mereka kini semakin rutin dipercaya, sementara Farinas dan Espart juga diuntungkan oleh insting gelandang yang sudah tertanam sejak masa akademi.

Dalam skema ini, bek sayap tidak sekadar melebar untuk menyerang. Mereka diwajibkan nyaman menguasai bola di ruang sempit, bergerak ke zona tengah, membuka ruang, serta mengambil keputusan taktis layaknya gelandang murni.

Hal ini menjadi ujian berat bagi Balde, yang selama ini mengandalkan kecepatan eksplosifnya untuk memanfaatkan ruang kosong. Meskipun karakternya sangat cocok mendampingi Raphinha yang suka masuk ke kotak penalti, dinamika berubah total saat ia berpasangan dengan winger seperti Gordon atau Adeyemi, yang berpotensi menciptakan tumpang tindih posisi.

Di sisi lain, Kounde menghadapi dilema tersendiri. Sebagai bek tengah alami yang dikonversi menjadi bek kanan, tuntutan untuk bermain layaknya gelandang di sisi lapangan bisa menjadi hambatan adaptasi yang serius baginya.

Meski demikian, padatnya jadwal dan kebutuhan rotasi masih memberikan celah bagi Kounde dan Balde untuk tampil. Pertanyaan besar masih menggantung: apakah Flick akan mempertahankan keduanya, atau justru melepas mereka di masa depan demi merekrut bek sayap yang lebih selaras dengan visi taktisnya.

📖 Berita Terkait