Peremajaan Skuad Belum Usai, Ini 5 Bek Kiri Incaran Manchester United untuk Gantikan Luke Shaw
Proyek perombakan skuad Manchester United diprediksi masih memakan waktu beberapa tahun ke depan. Setelah memprioritaskan pembenahan lini depan dan tengah, kini perhatian utama manajemen Setan Merah mulai beralih ke sektor pertahanan.
Di lini serang, United telah menggelontorkan dana lebih dari 200 juta dolar demi memboyong tiga penyerang anyar. Langkah serupa berlanjut ke lini tengah yang dipoles kembali usai Michael Carrick sukses mengantar tim mengunci posisi ketiga sekaligus mengamankan tiket Liga Champions.
Kendati demikian, komposisi tim masih menyimpan celah di area pertahanan. Posisi bek sayap kiri kini mengemuka sebagai persoalan krusial yang menuntut penanganan segera.
Luke Shaw saat ini telah menginjak usia 31 tahun dan berada di tahun pamungkas dalam ikatan kontraknya. Walau sang pemain mampu melalui kampanye 2025/2026 tanpa kendala cedera parah, tingginya intensitas kompetisi tetap menimbulkan kekhawatiran atas kondisi fisiknya.
Opsi pelapis yang ada pun dinilai belum memenuhi standar. Oleh sebab itu, United membuka peluang untuk mendaratkan pesaing maupun penerus Shaw pada bursa transfer Januari mendatang, dengan lima nama kandidat potensial berikut:
1. Alejandro Balde
Alejandro Balde semula digadang-gadang bakal menjadi suksesor jangka panjang Jordi Alba di Barcelona. Penampilan impresifnya berbuah enam assist dari 33 laga saat menyokong Blaugrana meraih gelar La Liga musim 2022/2023.
Meski progresnya sempat terhambat akibat cedera Achilles pada awal 2024, ia tetap membukukan 32 penampilan di liga pada musim perdana kepemimpinan Hansi Flick dan masih sering mendapat kesempatan bertanding pada musim berikutnya.
Namun, peran Balde dalam skuad utama mulai goyah dalam satu tahun terakhir. Flick kerap mencoba opsi lain di pos bek kiri, ditambahi kabar berembusnya rumor ketegangan antara sang pemain dan pelatih.
Munculnya talenta muda Xavi Espart di awal musim kian memperketat persaingan internal. Balde sendiri sempat beberapa kali dikaitkan dengan Manchester United, menjadikannya opsi menarik untuk dilirik meski United tetap wajib mencermati penyebab berkurangnya menit bermain sang bek di Spanyol.
2. Rayan Ait-Nouri
Rayan Ait-Nouri sempat masuk dalam daftar pertimbangan Manchester United menjelang penutupan bursa transfer musim panas lalu. Menurut laporan BBC Sport, peluang Setan Merah untuk mendaratkan pemain asal Aljazair tersebut sebenarnya terbuka lebar.
Namun, United kala itu memilih untuk tidak menindaklanjuti proses transfer Ait-Nouri. Kendati batal berlabuh, profil eks penggawa Wolverhampton Wanderers ini tetap atraktif berkat karakteristik permainannya yang terbilang unik ketimbang bek kiri pada umumnya.
Ait-Nouri dibekali kemampuan teknis serta kontrol bola di atas rata-rata. Kelebihannya ini memberi variasi dalam skema pembangunan serangan, terutama saat membantu penetrasi ke area pertahanan lawan.
Meski begitu, keraguan United di musim panas lalu masih menjadi pertimbangan. Terlebih, situasinya di Manchester City saat ini belum banyak berubah setelah ia sekadar menjadi pilihan ketiga di bawah asuhan Enzo Maresca.
3. Joaquin Seys
Disamping opsi instan untuk Januari, Manchester United perlu memikirkan investasi jangka panjang. Nama Joaquin Seys menjadi salah satu prospek muda yang teramat menarik untuk dilirik.
Club Brugge dikenal konsisten melahirkan bakat-bakat muda yang diminati klub raksasa Eropa. Sebut saja Ardon Jashari yang hengkang ke AC Milan pada 2025, serta Maxim De Cuyper dan Chemsdine Talbi yang melanjutkan petualangan ke Liga Inggris.
Pada jendela transfer musim panas ini, Christos Tzolis berlabuh ke Arsenal dan Aleksandar Stankovic merapat ke Inter Milan. Seys diprediksi menjadi nama berikutnya dari akademi Brugge yang bakal menyusul jejak para seniornya tahun depan.
Bek berusia 21 tahun ini telah mengoleksi delapan caps bersama Timnas Belgia dan masuk dalam daftar skuad Piala Dunia racikan Rudi Garcia. Performa solidnya saat mengawal Ousmane Dembele dari Prancis membuktikan kualitas pertahanannya, diimbangi dengan kemampuan distribusi bola yang matang.
4. Destiny Udogie
Bila dalam kondisi bugar sepenuhnya, Destiny Udogie diakui sebagai salah satu bek kiri terbaik di Liga Inggris. Sayangnya, para pendukung Tottenham Hotspur jarang menyaksikan aksi terbaiknya akibat rentetan cedera.
Masalah kebugaran fisik menjadi riwayat kelam yang membayangi perjalanan karier Udogie sejak tiba di London. Rekor medis tersebut tentu menjadi poin krusial yang dipertimbangkan United sebelum mengambil langkah konkret.
Namun, kualitas permainan Udogie terlampau tinggi untuk diabaikan begitu saja. Jika mampu memulihkan stamina dan kondisi fisiknya secara konsisten, United berpotensi mengamankan bek kiri berkelas utama untuk jangka panjang.
Situasi internal Tottenham juga bisa menjadi celah yang dapat dimanfaatkan. Spurs saat ini tengah terpuruk di papan bawah klasemen Liga Inggris, membuat proyek besutan Roberto De Zerbi berada dalam tekanan hebat.
5. David Raum
Lewis Hall sejatinya menjadi profil paling ideal bagi Manchester United. Namun, kesepakatan perpanjangan kontraknya di Newcastle United membuat proses kepindahannya sangat sulit terealisasi, kecuali United bersedia merogoh kocek dalam-dalam.
Sebagai alternatif yang lebih masuk akal, nama David Raum mencuat ke permukaan. Bek kiri milik RB Leipzig ini bukan sekadar solusi darurat, melainkan pemain berpengalaman yang mampu mengawal sisi kiri pertahanan untuk beberapa musim ke depan.
Raum juga menjabat sebagai kapten utama Leipzig, di mana klub Jerman tersebut tengah berupaya menyodorkan draf kontrak baru. Mengingat masa bakti lamanya akan usai pada musim panas mendatang, Leipzig terancam harus melepas sang pemain dengan harga miring di bulan Januari atau merelakannya pergi secara cuma-cuma di akhir musim.
Kondisi ini tentu dipantau cermat oleh Manchester United. Raum terbukti sangat produktif di sepertiga akhir lapangan lewat umpan-umpan silangnya, mengemas 30 assist dari hampir 150 laga bersama Leipzig.
