Elkan Baggott: Tangan Dingin John Herdman dan Kerja Keras di Balik Layar Kunci Juara ASEAN Cup 2026
Elkan Baggott: Tangan Dingin John Herdman dan Kerja Keras di Balik Layar Kunci Juara ASEAN Cup 2026
Bek tengah Timnas Indonesia, Elkan Baggott, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada sang juru taktik, John Herdman, menyusul keberhasilan Skuad Garuda merengkuh trofi juara FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, tangan dingin pelatih asal Inggris tersebut menjadi elemen krusial yang membuat pencapaian historis ini menjadi kenyataan.
Perjalanan Garuda sepanjang turnamen resmi gagasan FIFA di kawasan Asia Tenggara ini tidak dilalui dengan mudah. Sempat mengawali langkah lewat kemenangan atas Singapura, ditahan imbang Malaysia, hingga mengamuk lewat kemenangan telak 9-2 untuk melaju ke partai puncak, Indonesia akhirnya membungkam Thailand di laga final lewat drama adu penalti 4-2 usai bermain imbang 2-2 hingga babak *extra time*.
Selepas pertandingan, Baggott secara khusus menunjuk Herdman sebagai otak di balik kesuksesan besar tersebut. "Pada kesempatan ini, saya juga ingin memberikan penghargaan khusus kepada pelatih kami," ujar Baggott dalam sesi konferensi pers usai laga.
Apresiasi untuk Kerja Keras di Balik Layar
Baggott membeberkan bahwa kesuksesan ini merupakan buah dari dedikasi tanpa kenal lelah yang dicurahkan oleh Herdman beserta seluruh jajaran staf pelatih setiap harinya dalam mempersiapkan tim.
"Tidak mungkin kami memenangkan pertandingan ini tanpa dia hari ini. Jadi, saya ingin mengucapkan terima kasih atas seluruh kerja keras pelatih," lanjut bek klub Inggris Millwall tersebut.
"Begitu juga kepada seluruh staf pelatih dan semua orang yang bekerja di balik layar. Mereka mencurahkan begitu banyak waktu dan tenaga untuk memastikan kami dapat tampil sebaik mungkin."
Jadwal Padat dan Pentingnya Manajemen Tim
Lebih lanjut, Baggott menyoroti tantangan berat yang dihadapi skuadnya selama turnamen berlangsung. Format kompetisi yang menuntut tim bermain setiap tiga hari sekali menguras fisik secara luar biasa, sehingga peran manajemen pemulihan dan porsi latihan dari tim kepelatihan menjadi sangat krusial.
"Kami menjalani pertandingan setiap tiga hari sekali, dan saya rasa itu bukan sesuatu yang mudah. Itulah mengapa ada banyak pekerjaan di balik layar yang dilakukan untuk memastikan kami siap untuk menghadapi pertandingan berikutnya," jelas Baggott.
"Jadi kemenangan ini bukan hanya milik kami yang bermain di lapangan, tetapi kemenangan ini untuk seluruh tim dan juga semua staf pelatih," pungkasnya penuh rasa syukur.
