Bangkit di Al Nassr, Joao Felix Bidik Kembali ke Eropa: 5 Klub Ini Berpotensi Tampung Sang Bintang

📅 01 October 2026, 14:50 WIB 👁 2 views 📂 berita-bola

Perjalanan karier Joao Felix di benua biru sempat terpuruk dan jauh dari ekspektasi tinggi menyusul kepindahan fantastisnya ke Atletico Madrid pada 2019 silam. Nilai transfer jumbo tersebut gagal membuahkan hubungan jangka panjang, hingga memaksa pemain asal Portugal itu melakoni beberapa periode peminjaman ke berbagai klub.

Sederet klub elit seperti Chelsea, Barcelona, hingga AC Milan sempat menjadi pelabuhan sementara Felix usai hubungannya dengan manajemen Los Colchoneros merenggang. Kendati demikian, tak ada satu pun dari ketiga raksasa Eropa tersebut yang mengikatnya secara permanen.

Roda nasib Felix mulai berputar ke arah positif tatkala klub Arab Saudi, Al Nassr, memboyongnya pada tahun 2025. Penampilan impresifnya di Timur Tengah berhasil mengembalikan rasa percaya diri sang penyerang, yang kini mulai mempertimbangkan opsi untuk menjajal kembali atmosfer ketat kompetisi papan atas Eropa.

1. Juventus dan Peluang Membuka Lembaran Baru di Serie A

Kompetisi Serie A Italia berpotensi kembali menjadi panggung pembuktian bagi Felix setelah pengalaman singkatnya berseragam AC Milan. Kala membela Rossoneri pada paruh kedua musim 2024-2025, ia tercatat hanya menyumbang empat kontribusi gol dari total 21 laga.

Namun, Juventus menyajikan prospek dan kebutuhan taktis yang berbeda. Si Nyonya Tua tengah berburu amunisi kreatif di lini serang dan menjadikan talenta muda Kenan Yildiz sebagai pilar utama proyek jangka panjang mereka.

Ketersediaan Felix dengan status bebas transfer pada tahun 2027 mendatang tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi manajemen Juventus, meski besaran tuntutan gaji sang pemain diprediksi bakal menjadi batu sandungan utama.

2. Bayern Munchen Tetap Masukkan Felix dalam Radar

Nama Joao Felix bukanlah sosok asing bagi penguasa Bundesliga, Bayern Munchen. Raksasa Bavaria tersebut diketahui telah memantau perkembangan sang pemain sejak ia masih merintis karier di tingkat awal.

Saat ini, kebutuhan Bayern di sektor gelandang serang sejatinya cukup terakomodasi. Jamal Musiala memegang peran vital, sementara bakat muda Lennart Karl mulai dipromosikan dan Serge Gnabry lihai bertindak sebagai penyerang lubang (No. 10).

Kendati begitu, dinamika perburuan transfer Dani Olmo bisa mengubah arah kebijakan. Apabila Bayern gagal mendaratkan Olmo dari Barcelona, nama Joao Felix sangat mungkin kembali mencuat ke permukaan sebagai alternatif potensial.

3. Peluang Reuni Bersama Barcelona

Barcelona memiliki keterikatan tersendiri untuk kembali mempertimbangkan Joao Felix. Pemain serba bisa ini pernah menjadi andalan Blaugrana pada musim 2023-2024 di bawah komando Xavi Hernandez.

Niat Barcelona untuk mengamankan servis Felix secara permanen kala itu terganjal patokan harga tinggi yang ditetapkan Atletico Madrid.

Situasi pada tahun 2027 mendatang diyakini bakal jauh lebih fleksibel, khususnya apabila Dani Olmo memutuskan hengkang. Jika pos gelandang serang membutuhkan tambahan tenaga segar, rekam jejak adaptasi Felix bersama Barcelona bisa menjadi kartu truf utama.

4. Opsi Skuad Melimpah di Chelsea

Chelsea pernah memberi panggung besar bagi Felix untuk menjajal kerasnya Premier League. Selama melakoni 40 laga bersama klub asal London tersebut, Felix menyumbang 11 gol serta dua asis.

Secara finansial, kepindahan Felix ke Al Nassr secara permanen pada 2025 juga memberikan keuntungan komersial yang signifikan bagi kas The Blues.

Namun, melimpahnya kedalaman materi pemain di lini depan Chelsea saat ini membuat kepulangannya cukup sulit terwujud. Kehadiran rekrutan mahal seperti Morgan Rogers hingga bakat muda Estevao membuat persaingan di sepertiga akhir lapangan menjadi sangat padat.

5. PSG Tawarkan Panggung Sepak Bola Kelas Atas

Apabila benar-benar memutuskan kembali ke Eropa, Paris Saint-Germain (PSG) menyajikan panggung megah bagi Felix untuk berburu gelar juara. Komposisi skuad Les Parisiens dihuni oleh deretan pemain berteknik tinggi yang diyakini cocok dengan skema permainan taktis sang pemain.

Meski begitu, persaingan internal di bawah asuhan Luis Enrique sangatlah ketat. Juru taktik asal Spanyol itu telah mematenkan skema 4-3-3 dengan melimpahnya stok penyerang berkualitas.

Oleh sebab itu, potensi kepindahan Felix ke Parc des Princes akan sangat bergantung pada rotasi atau eksodus pemain di lini depan PSG menjelang tahun 2027 mendatang.

📖 Berita Terkait