AC Milan Bekuk Atalanta 3-2, Ruben Amorim Tegaskan Rossoneri Masih Berproses

📅 19 October 2026, 09:03 WIB 👁 3 views 📂 liga-italia | berita-bola

AC Milan Bekuk Atalanta 3-2, Ruben Amorim Tegaskan Rossoneri Masih Berproses

Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, menilai skuadnya terus melangkah ke arah positif meski sempat kerepotan mempertahankan keunggulan saat menundukkan Atalanta 3-2 dalam lanjutan Serie A di San Siro, Minggu (18/10/2026) malam WIB. Nakhoda asal Portugal itu mengakui skema permainan timnya di paruh kedua jauh dari kata sempurna, namun hasil tersebut tak melunturkan progres positif yang telah diukir.

Kemenangan di markas sendiri ini memperpanjang rekor tak terkelahkan Rossoneri menjadi tujuh laga beruntun di Serie A musim ini. Milan sempat unggul nyaman tiga gol lebih dulu melalui eksekusi penalti Goncalo Ramos, dilanjutkan gol Adrien Rabiot dan Mario Gila. Namun, Atalanta bangkit menipiskan selisih skor via aksi Gianluca Gaetano serta Nikola Krstovic.

La Dea terus meningkatkan intensitas gempuran di menit-menit akhir dan nyaris memaksakan hasil imbang. Beruntung, barisan pertahanan AC Milan sanggup memperkokoh benteng hingga peluit panjang dibunyikan demi mengamankan tiga poin krusial.

Amorim tak menampik adanya beberapa blunder, khususnya saat membangun serangan dari garis belakang, yang memberi celah bagi Atalanta untuk bangkit. Kendati begitu, ia optimistis para pemainnya makin menyerap filosofi taktik yang diusungnya dan masih memiliki potensi besar untuk berkembang.

Evaluasi Amorim: Progres Tim dan Pelajaran di Menit Akhir

Amorim menegaskan bahwa mengamankan hasil akhir adalah prioritas, tetapi evaluasi performa secara mendalam tetap wajib dilakukan. Menurutnya, kepayahan di fase akhir laga kontra Atalanta tidak mengaburkan fakta bahwa Il Diavolo Rosso tengah mengalami grafik peningkatan.

Ia juga menyebut dinamika di laga tersebut memberikan gambaran eksplisit mengenai aspek mana yang wajib dipoles, terutama efektivitas pengambilan keputusan saat memegang kendali bola dari lini pertahanan.

"Tentu saja poin penuh adalah yang utama, tetapi analisis terhadap performa tim tak boleh diabaikan. Seperti yang saya utarakan seusai laga kontra Sassuolo, kami terus berkembang sebagai sebuah unit," tutur Amorim saat diwawancarai DAZN Italia dan Sky Sport Italia.

"Tekanan di menit-menit akhir tidak mengubah penilaian itu. Justru situasi tersebut memberi peta yang jelas bahwa masih banyak detail yang perlu kami perbaiki," sambungnya.

Blunder Paruh Kedua Ubah Momentum Laga

Di mata Amorim, kendali permainan sejatinya sepenuhnya berada di tangan Milan sebelum Atalanta mencetak gol pertamanya. Ia merasa anak asuhnya lebih berpeluang menambah keunggulan menjadi 4-0 ketimbang kemasukan.

Namun, rentetan keputusan yang kurang cermat justru melapangkan jalan bagi Atalanta untuk memperkecil ketinggalan. Amorim mewajibkan timnya membenahi celah ini agar tidak kembali memberi angin segar kepada lawan di laga mendatang.

"Dinamika pertandingan berbalik total. Sebelum gol pertama mereka lahir, kami memegang kendali penuh dan lebih dekat untuk mencetak gol keempat," jelas Amorim.

"Namun, beberapa eror, terkhusus saat mengalirkan bola dari belakang, memberi mereka ruang untuk menekan. Hal seperti ini harus segera kami benahi," tegasnya.

Alasan di Balik Keputusan Mempertahankan Rabiot

Adrien Rabiot kembali membuktikan kapasitasnya sebagai nyawa permainan AC Milan di awal musim ini. Gelandang berpaspor Prancis itu mencatatkan namanya di papan skor dan kini mengukir rekor pribadi dengan terlibat dalam proses gol di empat laga berturut-turut untuk pertama kali sepanjang kariernya di lima liga top Eropa.

Kendati demikian, Rabiot sempat menyuarakan ketidakpuasannya atas penurunan konsentrasi tim di babak kedua serta menuntut kontribusi lebih dari barisan pemain cadangan. Di sisi lain, Amorim memberikan argumen mengapa ia enggan menarik keluar sang gelandang.

Amorim menilai jam terbang Rabiot sangat dibutuhkan untuk menenangkan tim di situasi kritis, sembari tetap memperhitungkan risiko kartu kuning kedua yang membayangi sang pemain.

"Rabiot adalah elemen yang sangat krusial bagi kami. Kami sudah berdiskusi dengannya saat jeda antarbabak," kata Amorim.

"Dia pemain matang yang paham cara mengontrol emosi meski sudah mengantongi kartu kuning. Perannya terlalu vital hari ini untuk ditarik keluar. Jika saya merasa dia berisiko mendapat kartu merah, tentu saya ganti. Namun hari ini saya yakin dia bisa mengatasinya," pungkas sang juru taktik.

📖 Berita Terkait